Advertistment

 


 NEWS OBSERVASI : Fenomena 'Jilboobs' terus bergulir. Meski Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara tegas telah mengeluarkan fatwa haram mengenai pemakaian busana muslimah yang masih memperlihatkan lekuk tubuh, namun di Twitter justru kini semakin menjamur akun-akun mesum yang mengusung nama dan mem-posting konten-konten yang berafiliasi dengan fenomena Jilboobs.

Menurut pantauan tim Tekno Liputan6.com, hasil pencarian di Twitter menunjukkan sejumlah akun yang terafiliasi dengan tren Jilboobs, beberapa di antaranya adalah @jilboober,@jilboobmontok@jilboobshunter, dan masih banyak lagi.


eluruh akun tersebut mem-posting foto-foto para wanita berhijab namun tetap menggunakan pakaian ketat yang menunjukkan keseksian tubuh. Bahkan tak sedikit foto-foto asusila yang di-posting-kan oleh akun-akun tersebut.

Istilah 'Jilboobs' sendiri terbentuk dari kata 'Jilbab' dan 'Boobs' yang berarti 'Payudara'. Istilah ini merujuk pada gaya busana berjilbab yang pakaiannya mengekspos bagian payudara pemakainya.

Belakangan forum diskusi di media sosial memang ramai dengan komentar-komentar pengguna mengenai gaya berjilbab yang mengekspos keseksian tubuh itu. Selain di Twitter sebelumnya sebuah akun Facebook bernama 'Jilboobs Community' telah lebih dulu muncul dan mendapatkan 4.161 Likes.

Menurut Psikolog di Bidang Pendidikan dari Universitas Indonesia (UI), Dr Rose Mini A.p., M.Psi, fenomena Jilboobs muncul disebabkan oleh sejumlah perempuan muslim yang berusaha keras agar terlihat mampu mengikuti tren, tapi tidak mengerti bahwa apa yang mereka lakukan justru keliru buat pandangan muslim.

Sumber: liputan6.com
 
Top