Advertistment

 


NEWSOBSERVASI; Diduga menjadi pusat judi online, kantor PT Gameloft Indonesia Studio 2 Jalan HOS Cokroaminoto 73 Yogyakarta digerebek polisi, Senin (11/11/2014). Dalam penggerebekan itu, terjadi pula pemukulan terhadap seorang satpam yang saat itu berjaga di kantor Gameloft.

Putra Dia, Human Resources Manager Gameloft, menuturkan, sekitar pukul 12.00 Wib ada beberapa anggota polisi berpakaian preman datang ke kantor. Anggota polisi datang karena ada laporan kalau kantor Gameloft Studio 2 digunakan sebagai tempat pusat judi online. 

Satpam yang berjaga saat lantas menanyakan surat penggeledahan. Namun, lanjutnya, anggota polisi justru menariknya ke pos satpam dan memukulnya. 

"Ya wajar kalau satpam menanyakan surat, soalnya polisi yang datang menggunakan pakaian bebas," ujar Putra Dia saat ditemui seusai bertemu Walikota Jogja Haryadi Suyuti, Selasa (11/11/2014) pagi. 

Putra mengungkapkan, tak beberapa lama setelah anggota polisi berpakaian preman datang disusul oleh anggota lainya dan membawa surat penggeledahan. 

"Kami terangkan bahwa ini kantor pembuatan game. Bukan tempat judi online, ini kantor resmi. Setelah itu mereka lalu pergi," tegasnya. 

Sementara itu, Andrei Vladimir Lascu, Studio Manager Gameloft, mengatakan telah memaafkan tindakan dari pihak kepolisian itu. Menurut dia, hal ini terjadi karena kesalahpahaman saja. 

"Peristiwa kemarin hanya soal kesalahpahaman saja. Kami memaafkan," tandasnya. 

Terkait aksi pemukulan yang dilakukan oleh anggota kepolisian terhadap salah satu satpam kantor Gameloft, Andri tidak akan mempermasalahkannya ataupun tidak akan membawa sampai ke ranah hukum. 

"Kami tidak ingin memperpanjang peristiwa itu. Kami sudah memaafkan," pungkasnya.

Polisi bantah

Sementara itu Kapolres Yogyakarta Kombes Pol Slamet Santoso membantah bahwa pihaknya melakukan penggerebekan di Studio 2 PT Gameloft Indonesia Jalan HOS Cokroaminoto 73. Slamet mengaku polisi hanya menindaklanjuti laporan masyarakat bahwa di lokasi tersebut telah dijadikan tempat judi online. 

"Jadi ada laporan masyarakat, lalu kita tindak lanjuti dengan menerjunkan lima anggota berpakaian preman ke lokasi untuk memastikan. Bukan melakukan pengrebekan," ujar Slamet saat dihubungi, Selasa.

Slamet mengungkapkan, dari hasil pengecekan anggota di lokasi, tidak ditemukan adanya indikasi judi online. Terkait insiden pemukulan terhadap satpam kantor Gameloft, Slamet menegaskan bahwa itu hanyalah salah paham sebab menurut dia, satpam sempat menghalang-halangi anggota yang hendak melakukan pengecekan di lokasi. 

"Itu hanya salah paham, saat itu anggota dihalang-halangi. Seharusnya kalau itu legal atau bukan lokasi judi online tidak perlu takut," pungkasnya.(Kompas)
 
Top