Advertistment

 

NEWS OBSERVASI : Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo menjelaskan, Tim Transisi yang dibentuk Joko Widodo memiliki beberapa tugas utama. Di antaranya adalah pembahasan APBN 2015, kajian kelembagaan presiden, arsitektur kabinet, dan kelompok kerja percepatan visi-misi Jokowi-JK.

"Tim ini merupakan tim kerja di bawah koordinasi dan perintah kerja langsung Bapak Joko Widodo dan Bapak Jusuf Kalla, menyusun skala prioritas jangka pendek-menengah," kata Tjahjo ketika dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Senin (4/8/2014).

Tjahjo menambahkan, penyusunan kabinet di luar wewenang Tim Transisi. Sebab, penyusunan kabinet merupakan hak prerogatif presiden. Tim Transisi sebatas menyusun skala prioritas kerja pemerintahan jangka pendek dan menengah berdasarkan kampanye Jokowi-JK.
Tjahjo mengakui, Tim Transisi yang menyusun skala prioritas kerja Jokowi-JK akan berdampak positif. "Nanti insya Allah setelah pelantikan, pemerintahan langsung kerja dengan kabinet kerjanya," imbuh anggota Komisi I DPR itu.

Menurut Tjahjo, Jokowi-JK ingin membangun pemerintahan presidensial yang efektif dan efisien dengan membentuk kabinet profesional dan bersih. Karena itu, figur yang terpilih tak hanya persoalan dari profesional, birokrat, TNI, Polri, atau partai.

"Yang penting orang terpilih tersebut tepat di bidang tugasnya sebagai pembantu presiden dan memahami pola kepemimpinan serta manajemen kerja sebagai tim kerja dan program-program prioritas yang oleh presiden canangkan kelak," ungkapnya.

Kabinet kerja penting guna mempercepat proses kualitas pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tjahjo meyakini pola kepemimpinan Jokowi tak berbeda dengan kepemimpinannya sebagai Wali Kota Surakarta atau Gubernur DKI Jakarta.

"Beliau ingin banyak bekerja mendengar aspirasi masyarakat di semua elemen dalam upaya mewujudkan sistem pemerintahan Trisakti," imbuhnya. Presiden terpilih Jokowi siang tadi meresmikan Rumah Transisi Jokowi-JK di Jalan Situbondo Nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat. 
Jokowi mengenalkan Tim Transisi yang terdiri dari satu kepala staf dan empat deputi. Kepala staf tim transisi ini diisi oleh Rini M Soemarno, sementara empat deputi ialah Andi Widjajanto, Hasto Kristiyanto, Anies Baswedan, dan Akbar Faizal.
 
Top