Advertistment

 

Lhokseumawe,NEWSOBSERVASI: Seribuan warga Pusong Lama, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, dipimpin oleh Tgk Mukhtar yang merupakan Ketua Tuha Peut Gampong, sambil berjalan kaki, Jum’at sore (28/11/2014) sekitar pukul 16.30 wib, mendatangi semua tempat kuliner yang selama ini diduga dijadikan tempat maksiat dan prostitusi terselubung di kawasan waduk Reservoir dan kawasan pasar buah di Kecamatan setempat.
Di setiap tempat yang di datangi, Tgk Mukhtar dengan menggunakan pengeras suara menyampaikan seruan.
“Dalam rangka menjalankan syariat Islam secara kaffah, dengan ini kami serukan kepada seluruh masyarakat dan penjual di kawasan waduk dan sekitar pasar buah Gampong Pusong Lama, dilarang jual beli minuman keras atau sejenisnya; dilarang jual beli narkoba dan berbagai jenisnya; dilarang menghisap/mengkonsumsi narkoba/minuman keras; dilarang segala bentuk atau jenis kemaksiatan lainnya; dilarang berduaan yang bukan muhrim di tempat sepi; dilarang membuka/menghidupkan fasilitas karaoke; kepada seluruh pedagang dan seluruh pengunjung diharapkan pada jam 22.30 wib, lokasi waduk sudah harus ditutup/dikosongkan dan tidak dibenarkan lagi untuk melakukan jual beli atau kegiatan lainnya.”
“Apabila seruan bersama ini tidak diindahkan, maka akan diambil tindakan oleh massa/masyarakat Gampong Pusong Lama. Dan bagi pedagang, kedai/kios akan dibongkar dan tidak dibenarkan berjualan lagi di lokasi tersebut.”
Demikian kutipan seruan bersama Tuha Gampong (perangkat desa) yang dibacakan oleh Tgk Mukhtar saat berada di tempat-tempat kuliner dan karaoke yang diduga dijadikan tempat maksiat.
Pasca orasi, saat ditemui jurnalatjeh.com, Tgk Mukhtar menyampaikan, “kita telah memberikan surat edaran tersebut kepada setiap pemilik warung dan tempat karaoke tiga hari yang lalu. Sepertinya tindakan persuasif yang kita lakukan tidak diindahkan. Makanya, atas seizin perangkat desa lainnya, kita langsung mendatangi tempat tersebut,” katanya.
Sebagaimana kita baca di media massa, sudah sering sekali terjadi di kawasan waduk dan pasar buah dijadikan tempat berbuat maksiat. “Ini memberikan preseden buruk terhadap desa kami. Kami tidak bisa terima itu,” lanjutnya.
Jika dalam dua hari kedepan himbauan kita juga tidak diindahkan, kita akan melakukan pembongkaran paksa terhadap warung/kios ataupun tempat karaoke itu, tegasnya.
Amatan jurnalatjeh.com demo yang di gelar warga secara tertib dan damai ini tidakdi kawal oleh aparat kepolisian dari Polres Lhokseumawe, namun demikian orasi dan demo warga pusong Lama tersebut berlangsung aman. (jurnalatjeh)
 
Top