Advertistment

 

Ilustrasi/google.com
Sawah Tadah Hujan, Biluy Butuh Irigasi
Aceh Besar, NEWS OBSERVASI: Para petani Biluy Kecamatan Darul Kamal  Kabupaten Aceh Besar antusias mengarap lahan terlantar menjadi lahan produktif, akan tetapi masih banyak sawah yang belum di aliri air irigasi sehingga sulit untuk digarap oleh pemiliknya , hal ini membuat panen padi hanya dapat dilakukan sekali setahun karena harus menunggu musim hujan.

Lahan produktif yang terlantar di daerah ini sering juga terancam kekeringan ketika musim kemarau panjang dan juga pada musim hujan sawah digenangi oleh air dalam waktu yang cukup lama karena sebagian besar tidak ada tali bandar tempat pembungan air yang mengenangi sawah tersebut

Sawah masyarakat di daerah ini masih banyak yang tadah hujan seperti di daerah sawah Lambaro Biluy  Lamthadok,Blang kire dan Neusok Teubaluy Kecamatan Darul Kamal Aceh Besar, maka ketika musim hujan masyarakat baru turun ke sawah, maka kondisi ini membuat produksi panen padi hanya dapat dilakukan sekali dalam setahun.

Salah seorang anggota kelompok tani Lambaro Biluy Kecamatan Darul Kamal menjelaskan, faktor terjadi lahan terlantar di daerah ini disebabkan pemilik sawah malas menggarap lahanya dan juga akibat belum berfungsinya irigasi di daerah itu secara maksimal, sehingga bila cuaca hujan air sawah digenangi oleh air, bahkan ada juga sawah yang tergenang airnya sulit dialiri karena tidak ada tempat pembuangan air, hal ini jelas sangat mempengaruhi terhadap pendapatan ekonomi masyarakat disebabkan lahan produktif tidak berproduksi atau menghasilkan.

Kendala irigasi juga terjadi di desa Empetring setidaknya 900 hektar sawah masih tadah hujan, padahal sawah di daerah ini cukup produktif dan berpotensi sebagai lambung padi di Aceh Besar, kami membutuhkan perhatian pemerintah tentang pembangun irigasi yang memadai sehingga air sawah tidak lagi mengharapkan tadah hujan, kemudian pendapatan para petani akan meningkat.(Win)
 
Top